Selasa, 04 Desember 2018

Tug-Ku I




Mahasiswa semester 7 bukan suatu hal yang baru lagi keberadaannya di tengah kampus, malah sebagian besar semester 7 diartikan sebagai semester tua di sebuah lembaga Universitas. Saya sekarang berkuliah disalah satu kampus islami negeri di Bandung, dengan inisial UIN SGD BDG. Saya kuliah di jurusan Komunikasi & penyiaran Islam, salah satu jurusan Terkeren menurut saya pas sebelum saya masuk, lah ko gitu ? iyah soalnya dulu sebelum saya diterima di jurusan KPI ini, saya berfikir kalau KPI itu lebih mengarah ke komunikasi, eh ternyata emang bener sih jurusan Komunikasi hanya saja ada unsur dakwahnya didalamnya karena namanya juga kampus Islam kan? (anggaplah seperti itu hehe)
Awal masuk kuliah saya merasa menjadi orang bodoh sedunia, karena disini posisi saya hanya sebagai orang asing yang 4 tahun kedepan akan menjalin hubungan sosial dengan orang yang belum saya kenal sama sekali. Hal ini dimulai dari OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik Kampus) disini saya mulai memulai hari baru dan menemukan orang-orang baru juga pengalaman baru.
Saya pernah merasa begitu bingung ketika bertemu dengan mata kuliah yang diajarkan di kampus saya, bukan hanya bingung karena apa yang disampaikan oleh beberapa dosen, tetapi juga bingung karena beberapa dosen menyampaikan mata kuliah dengan menggunakan bahasa sunda. Than, di awal semester saya harus celingak celinguk kekanan dan ke kiri untuk menanyakan arti dari bahasa sunda yang disampaikan oleh beberapa dosen itu.  
            Di semester berikutnya, saya mulai terbiasa dengan bahasa dan keadaan di sekeliling saya, hanya saya terkadang saya mulai bosen dengan segala hal tentang perkuliahan. Saya bosan datang ke kampus, kuliah, ke perpus, pulang, makan, tidur, semua itu membuat keseharian saya menjadi seorang mahasiswa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Maka mulai tumbuh keinginan dalam diri saya untuk menjadi seorang aktivis kampus. Ini saya mulai dengan ikut aktiv dalam menjadi kepanitiaan di acara-acara yang diselenggarakan oleh himpunan. Selain itu, saya juga pernah mengikuti salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Suaka yang berfokus dalam bidang kejurnalistikan,otomatis kegiatan tulis menulis menjadi aktivitas yang wajib bagi saya, masalahnya adalah saya adalah orang yang sedikit rajin banyak malasnya, dan itu menjadi penghambat bagi saya sendiri dalam mengembangkan  kemampuan menulis. Sayangnya, setelah melalui beberapa tahapan untuk menjadi anggota LPM Suaka, saya dinyatakan tidak lolos pada tahap akhir. Sakit sih tapi tidak sesakit tikungan teman kok hehe, dengan segala usaha yang sudah saya lakuin, kesana kemari buat mencari sebuah berita, tapi? Hemm sepertinya Allah punya rencana lain yang lebih indah.
Ternyata, Allah memang punya rencana lain yang lebih Indah, hanya saja saya tidak bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Dari tidak lolos menjadi anggota LPM Suaka, ghiroh saya untuk aktiv di suatu organisasi meningkat drastis. Saya ikut organisasi ini dan itu, kesana dan kemari, sampai saya merasa bahwa saya ternyata tidak benar-benar ikut dalam organisasi tersebut, hanya sekedar ikut daftar, datang diawal dan entah kemana seterusnya. Disitu saya berpikir bahwa organisasi yang saya ikuti selama ini ternyata hanyalah pelampiasan karena tidak lolosnya saya menjadi anggota LPM Suaka. Tapi setidaknya saya menjadi punya beberapa teman baru dan pengalaman baru.
Selanjutnya, saya mencoba untuk menghindari organisasi-organisasi yang ada di kampus, bisa dibilang beberapa saat saya hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu, tanpa menjadi kepompong dahulu. Membosankan sih, tapi saya menikmati itu, karena disitu saya yang tidak begitu dekat dengan anak kelas menjadi suka kumpul dengan anak kelas. Meskipun hanya sekedar kumpul ngomongin orang, tapi entahlah kalo boleh jujur saya suka dengan hal semacam itu. Sampai saya merasa kalau masa kuliah aku terlalu membosankan dan tidak akan meninggalkan kesan kalau hanya aku gunakan untuk hal semacam ini, dari sinilah aku mulai ikut organisasi lagi.
Dari sini, saya mulai menemukan kebiasaan baru, kebiasaan ngopi yang dapat menghadirkan inspirasi. Terkadang ketika saya mulai bosan dan merasa jenuh dengan aktivitas kampus, saya memilih ngopi. Karena terlalu fokus dengan tugas akan menjadikan saya lupa akan segalanya, lupa makan, mandi, waktu, dan bahkan lupa bedanya mana teman dan mana lawan. Maka, disini saya memilih menjadi mahasiswa santai tapi produktif, produktif disini dalam artian saya santai tapi tugas kampus terselesaikan dengan baik. Karena bagaimanapun kuliah adalah kewajiban kita sebagai seorang anak kepada orangtua dan tugas adalah kewajiban kita sebagai seorang mahasiswa, tetapi ngopi adalah hak bagi setiap manusia.  
 Bagi saya, puncak kejenuhan selama menjadi mahasiswa jurusan KPI ini ada di semester 6 naik ke semester 7, dimana disini banyak sekali kegiatan yang harus diikuti. Mulai dari les ICT, kursus bahasa Arab, Semester mukim, Praktek Profesi Mahasiswa, dan dilanjut dengan Kuliah Kerja Nyata. Hal itu sangat membosankan sehingga saya merasa ingin cepat-cepat wisuda. Karena selain PPM dan KKN itu menguras tenaga, juga membuat saya kesal, dimana kegiatan tersebut menyita waktu liburan saya. Tetapi memang, dari kegiatan tersebut, banyak sekali pengalaman pengalaman yang belum pernah saya dapat, pengalaman yang tidak akan pernah saya dapatkan didalam kelas.
 Kalau bicara tentang perubahan yang saya alami dari pertama masuk kuliah sampai hari ini, pastinya banyak banget perubahan yang terjadi, dari segi keilmuan dan juga dari segi kehidupan sosial. Sekarang saya lebih bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, lebih bisa memanag waktu, berani beragumen dan lain sebagainya, karena menurut saya kuliah tidak melulu tentang ilmu yang kita dapatkan didalam kelas tetapi juga tentang bagaimana sikap kita diluar kelas. Meskipun tetap saja saya adalah orang yang sedikit rajin banyak malasnya.
Oh iyaa, karena ini tugas teknik menulis naskah, saya akhiri tulisan pertama saya ini dengan mengutip kata-kata dari buku “Perpustakaan kelamin”.
Satu kata, dua kata, tiga kata dan jadilah Cakrawala !

0 komentar:

Posting Komentar