Mahasiswa semester 7 bukan suatu hal yang baru lagi keberadaannya
di tengah kampus, malah sebagian besar semester 7 diartikan sebagai semester
tua di sebuah lembaga Universitas. Saya sekarang berkuliah disalah satu kampus
islami negeri di Bandung, dengan inisial UIN SGD BDG. Saya kuliah di jurusan
Komunikasi & penyiaran Islam, salah satu jurusan Terkeren menurut saya pas
sebelum saya masuk, lah ko gitu ? iyah soalnya dulu sebelum saya diterima di
jurusan KPI ini, saya berfikir kalau KPI itu lebih mengarah ke komunikasi, eh
ternyata emang bener sih jurusan Komunikasi hanya saja ada unsur dakwahnya
didalamnya karena namanya juga kampus Islam kan? (anggaplah seperti itu hehe)
Awal masuk kuliah saya merasa menjadi orang bodoh sedunia, karena
disini posisi saya hanya sebagai orang asing yang 4 tahun kedepan akan menjalin
hubungan sosial dengan orang yang belum saya kenal sama sekali. Hal ini dimulai
dari OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik Kampus) disini saya mulai memulai hari
baru dan menemukan orang-orang baru juga pengalaman baru.
Saya pernah merasa begitu bingung ketika bertemu dengan mata kuliah
yang diajarkan di kampus saya, bukan hanya bingung karena apa yang disampaikan
oleh beberapa dosen, tetapi juga bingung karena beberapa dosen menyampaikan
mata kuliah dengan menggunakan bahasa sunda. Than, di awal semester saya harus
celingak celinguk kekanan dan ke kiri untuk menanyakan arti dari bahasa sunda
yang disampaikan oleh beberapa dosen itu.
Di semester berikutnya, saya mulai terbiasa dengan bahasa
dan keadaan di sekeliling saya, hanya saya terkadang saya mulai bosen dengan
segala hal tentang perkuliahan. Saya bosan datang ke kampus, kuliah, ke perpus,
pulang, makan, tidur, semua itu membuat keseharian saya menjadi seorang
mahasiswa biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Maka mulai tumbuh
keinginan dalam diri saya untuk menjadi seorang aktivis kampus. Ini saya mulai
dengan ikut aktiv dalam menjadi kepanitiaan di acara-acara yang diselenggarakan
oleh himpunan. Selain itu, saya juga pernah mengikuti salah satu Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) yaitu Lembaga Pers Mahasiswa Suaka yang berfokus dalam bidang
kejurnalistikan,otomatis kegiatan tulis menulis menjadi aktivitas yang wajib
bagi saya, masalahnya adalah saya adalah orang yang sedikit rajin banyak malasnya,
dan itu menjadi penghambat bagi saya sendiri dalam mengembangkan
kemampuan menulis. Sayangnya, setelah melalui beberapa tahapan untuk menjadi
anggota LPM Suaka, saya dinyatakan tidak lolos pada tahap akhir. Sakit sih tapi
tidak sesakit tikungan teman kok hehe, dengan segala usaha yang sudah saya
lakuin, kesana kemari buat mencari sebuah berita, tapi? Hemm sepertinya Allah
punya rencana lain yang lebih indah.
Ternyata, Allah memang punya rencana lain yang lebih Indah, hanya
saja saya tidak bisa memanfaatkan kesempatan itu dengan baik. Dari tidak lolos
menjadi anggota LPM Suaka, ghiroh saya untuk aktiv di suatu organisasi
meningkat drastis. Saya ikut organisasi ini dan itu, kesana dan kemari, sampai
saya merasa bahwa saya ternyata tidak benar-benar ikut dalam organisasi
tersebut, hanya sekedar ikut daftar, datang diawal dan entah kemana seterusnya.
Disitu saya berpikir bahwa organisasi yang saya ikuti selama ini ternyata
hanyalah pelampiasan karena tidak lolosnya saya menjadi anggota LPM Suaka. Tapi
setidaknya saya menjadi punya beberapa teman baru dan pengalaman baru.
Selanjutnya, saya mencoba untuk menghindari organisasi-organisasi
yang ada di kampus, bisa dibilang beberapa saat saya hanya menjadi mahasiswa
kupu-kupu, tanpa menjadi kepompong dahulu. Membosankan sih, tapi saya menikmati
itu, karena disitu saya yang tidak begitu dekat dengan anak kelas menjadi suka
kumpul dengan anak kelas. Meskipun hanya sekedar kumpul ngomongin orang, tapi
entahlah kalo boleh jujur saya suka dengan hal semacam itu. Sampai saya merasa
kalau masa kuliah aku terlalu membosankan dan tidak akan meninggalkan kesan kalau
hanya aku gunakan untuk hal semacam ini, dari sinilah aku mulai ikut organisasi
lagi.
Dari sini, saya mulai menemukan kebiasaan baru, kebiasaan ngopi
yang dapat menghadirkan inspirasi. Terkadang ketika saya mulai bosan dan merasa
jenuh dengan aktivitas kampus, saya memilih ngopi. Karena terlalu fokus dengan
tugas akan menjadikan saya lupa akan segalanya, lupa makan, mandi, waktu, dan
bahkan lupa bedanya mana teman dan mana lawan. Maka, disini saya memilih
menjadi mahasiswa santai tapi produktif, produktif disini dalam artian saya
santai tapi tugas kampus terselesaikan dengan baik. Karena bagaimanapun kuliah
adalah kewajiban kita sebagai seorang anak kepada orangtua dan tugas adalah
kewajiban kita sebagai seorang mahasiswa, tetapi ngopi adalah hak bagi setiap
manusia.
Bagi saya, puncak kejenuhan
selama menjadi mahasiswa jurusan KPI ini ada di semester 6 naik ke semester 7,
dimana disini banyak sekali kegiatan yang harus diikuti. Mulai dari les ICT,
kursus bahasa Arab, Semester mukim, Praktek Profesi Mahasiswa, dan dilanjut
dengan Kuliah Kerja Nyata. Hal itu sangat membosankan sehingga saya merasa
ingin cepat-cepat wisuda. Karena selain PPM dan KKN itu menguras tenaga, juga
membuat saya kesal, dimana kegiatan tersebut menyita waktu liburan saya. Tetapi
memang, dari kegiatan tersebut, banyak sekali pengalaman pengalaman yang belum
pernah saya dapat, pengalaman yang tidak akan pernah saya dapatkan didalam
kelas.
Kalau bicara tentang
perubahan yang saya alami dari pertama masuk kuliah sampai hari ini, pastinya
banyak banget perubahan yang terjadi, dari segi keilmuan dan juga dari segi
kehidupan sosial. Sekarang saya lebih bisa membedakan mana yang benar dan mana
yang salah, lebih bisa memanag waktu, berani beragumen dan lain sebagainya,
karena menurut saya kuliah tidak melulu tentang ilmu yang kita dapatkan didalam
kelas tetapi juga tentang bagaimana sikap kita diluar kelas. Meskipun tetap
saja saya adalah orang yang sedikit rajin banyak malasnya.
Oh iyaa, karena ini tugas teknik menulis naskah, saya akhiri
tulisan pertama saya ini dengan mengutip kata-kata dari buku “Perpustakaan
kelamin”.
Satu kata, dua kata, tiga kata dan jadilah Cakrawala !

0 komentar:
Posting Komentar