Jumat, 30 November 2018

Soal Cinta (Tidak) Selalu Menarik

Perbincangan soal cinta, menjadi sangat menarik, terutama bagi remaja belasan tahun sampai memasuki kepala tiga. Betapa tidak, di usia ini sebagian orang mulai menyukai lawan jenis, sebagian lainnya sudah punya pasangan, sebagian lainnya setia menanti, sebagian lainnya khawatir terhadap jodohnya, sebagian lainnya bahkan sudah menikah dan mempunyai buah hati. Maka tak heran, jika obrolan soal cinta begitu menarik dan banyak diperbincangkan pada usia ini.
Ketika sedang berkumpul dengan teman misalnya, pertanyaan atau pernyataan soal cinta menjadi bahan obrolan yang tidak pernah ada habisnya. Satu sama lain saling menanyakan dan ditanyai soal perjalanan cintanya. Apa kamu juga merasa begitu? Yaa, bagi saya ini menjadi hal wajar. Sebab, di usia beranjak dewasa dan sudah dewasa ini memang masanya lekat dengan cinta.
Namun, menjadi tidak wajar jika di usia yang seharusnya sangat produktif ini menjadi galau memikirkan cinta. Sehari-harinya dipenuhi kegalauan tentang siapa jodohnya, bagaimana jika belum dapat jodoh di usia sekian, bagaimana agar setia dalam penantian, melihat teman sudah banyak yang menikah, galau karena lawan jenis yang disukainya ternyata bersama yang lain, dan masih banyak lagi.
Bahayanya adalah, jika kegalauan dan kekhawatiran ini sampai memenuhi pikiran. Sehingga, apa-apa yang menjadi kebaikan lain, yang seharusnya bisa lebih positif masuk ke dalam pikiran, menjadi tertahan oleh kegalauan tentang cinta. Kegalauan ini bisa menjadi wajar, jika hanya di simpan di dalam hati, dan tidak disebarkan kepada publik melalui media sosial dengan dalih mencurahkan isi hati.
Sebagian pemuda zaman sekarang dengan mudah menyebarkan kegalauannya, penantiannya, dan kekhawatirannya melalui media sosial. Bukan hanya akun pribadi saja yang berbicara soal cinta macam itu. Bahkan, akun-akun lain pun sengaja dibuat hanya untuk membicarakan soal cinta, dengan ribuan pengikutnya. Apa yang kita follow, apa yang kita baca, apa yang kita bagikan, jika terus menerus membicarakan soal cinta, maka pikiran kita juga hanya akan dipenuhi oleh hal itu.
Sayang sekali jika masa muda hanya dihabiskan untuk memikirkan dan mengkhawatirkan tentang cinta. Masing-masing dari kita memiliki fase yang sudah diatur oleh Pencipta, maka tak perlu terlalu dikhawatirkan, dan tak usah digalaukan. Masih banyak hal lain di luar sana yang lebih bermanfaat untuk dibahas. Masih banyak bacaan-bacaan yang lebih bermanfaat untuk dibaca. Masih banyak akun media sosial lain yang bermanfaat untuk di follow.
Di usia yang sangat produktif ini, seharusnya kita bisa lebih produktif dalam mengembangkan diri. Banyak hal lain yang bisa dilakukan bukan? Bisa dengan mengikuti komunitas tertentu, menekuni hobi, pertajam keilmuan, mencoba hal baru, membantu sesama, atau pergi sana-sini untuk menambah pengalaman misalnya. Kenapa harus melulu soal cinta? Padahal kita bisa berkarya. Ternyata persoalan cinta (tidak) selalu menarik ya?
continue reading Soal Cinta (Tidak) Selalu Menarik

Misteri Malam




Ada yang menghakimi untuk selalu hadir, ada yang suka humor dengan kata pergi, ada juga yang menghasilkan kata sulit dimengerti lalu kembali. Ada ada saja.

: Hidup ini sedemikian rupa, harus patah untuk tumbuh, harus hilang untuk dikenang, harus pergi untuk digantikan.

:Malam yang sangat sepi, tidak ada suara, kecuali; suara jarum jam dan detak jantung sendiri, sepi yang sempurna untuk menginggat wajahmu lagi

:Kali ini sangat misteri, malam pasti mengulang sedangkan waktu bersamamu tidak akan. Entah sampai kapan rindu mencintaimu itu hilang
continue reading Misteri Malam

Aku adalah Aku, yang berubah itu hatimu

Ada cerita dan aku sebagai tokohnya, tidak tau mengapa dalang menjadikan aku sebagai bahan ceritanya, dalam titik yang sama mereka mulai membuka cerita-cerita tentang bagaimana cara untuk mendapatkan simpati dari para pendengarnya.dalang berusaha meyakinkan bahwa ada seorang yang selalu bersama merupakan pasangan, tapi mereka tidak pernah mengetahui bahwa yang jauh juga bisa bersama. Titik terendah dari cerita-cerita itu adalah katanya.
Aku, tidak tau darimana dalang mengumpulkan cerita itu, sebab cerita itu merusak otak. Apalagi persahabatan yang terjalin antara mereka, aku adalah aku, kalau menganggap berubah, coba tanyakan kembali pada hatimu, siapa tau hatimu yang telah berubah.
Terimakasih atas peduli dalang karena telah menceritakan aku sebagai tokoh yang sangat protagonis disini, yakin saja setelah membaca cerita-cerita itu mereka akan sangat membenci tokoh ini. Seperti cerita terdahulu, semua cerita yang disajikan akan membuat orang membentuk kebencian, entah dari sisi mana mereka akan membencinya, benci dari hatinya, benci dari sifatnya, benci dari perilakunya, bahkan benci pada dalang yang dengan mudah membuat cerita dengan sengaja.
Intinya benci yang ada adalah diam itu karena aku tidak melawan atau membuka cerita baru, biarkan saja, angin mudah berubah, air mengalir dengan jalan yang ada, dan dalang membuat cerita dengan alasan kebahagiaan aku.
Pertahankan, mungkin tokoh aku sudah banyak membaca cerita-cerita jadi hanya bisa menjaga lewat diamnya. Bahagia itu sederhana, sebab membuat orang lain tersenyum merupakan keistimewaan bagi orang-orang disekitar, coba kamu pikirkan kembali, yang berubah itu hatimu, bukan aku. Berhutang Budi atau sejenisnya merupakan keuntungan menjadi manusia. Sebab manusia itu menjaga, bukan merusak dengan alasan kebahagiaan bersama, itu ada waktunya tersendiri bukan? Karena dalang juga butuh kebahagiaan sendiri bukan bersama.
Setelah berhasil bercerita coba kamu ulang kembali, diam yang diambil tokoh aku adalah kesalahan yang dalang lakukan, potongan puzzle puzzle yang dikumpulkan tidak bisa lagi tersusun rapi karena aksara yang rumpang sedang digeluti kebencian.
continue reading Aku adalah Aku, yang berubah itu hatimu

Minggu, 25 November 2018

(Bukan/Belum/Milik) Siapa – Siapa




aku bukan siapa – siapa. aku bukan untuk siapa – siapa. aku bukan milik siapa – siapa. aku belum memiliki siapa – siapa. aku belum memiliki apa – apa.

Aku masih belum tahu harus bagaimana, ketika ditanya kapan dan mengapa. yang aku tau, aku belum jadi apa – apa
Meski, saat ini hatiku sudah tahu jatuh pada siapa, namun tak perlu sesumbar bahwa aku untukmu selamanya, karena aku belum menjadi apa – apa.
jatuhku belum jadi apa – apa, belum terlalu memberi makna apa – apa

Pergilah, jika ingin kepastian. Karena saat ini aku belum memilikinya.Aku juga tak bisa menyuruh bersabar, karena aku juga belum tau kapan waktu yang tepat.
Namun, dimanapun, kepada siapapun kamu jatuh, dan bagaimanapun : YAKINLAH, tak ada yang sia – sia di dunia. Meski kamu belum menjadi apa – apa.Cobalah, terus coba hingga kita menjadi apa – apa.
continue reading (Bukan/Belum/Milik) Siapa – Siapa

TENTANG SAYA



Dear Kata Nakal,


selamat datang. selamat berpetualang. Karena kau tidak terlahir untuk diam dan usang, mari bersenang-senang!!

Terima kasih telah menyempatkan diri mampir ke blog sobekan kata ini. maaf bila konten yang dimuat disini tidak sesuai dengan apa yang mungkin kau harapkan. tapi, tersenyumlah karena kau sudah termasuk ke dalam golongan orangorang yang tersesat: terperangkap dalam blog ini dan larut dalam segala aromanya. Mengapa? Karena sesungguhnya blog ini adalah kamar kecil tempat segala kenikmatan dan pembaruan. meski tanpa kamper, kurasa akan baikbaik saja. Silahkan tutup hidung bila mau. Asal bukalah selalu mata dan pikiranmu. Karena dengan itu kau akan dapat sesuatu untuk dibagi. Maaf atas jamuan yang seadanya ini.

Jika khilaf dan mau menghubungi penghuni blog ini, silahkan kontak di ffebrianti621@gmail.com untuk email, @pipitos021 untuk twitter, Fitrifebrianti021 untuk Instagram dan Fitri Febrianti Muhimmatul Khoiroh untuk Facebook. Terimakasih. Semoga internet selalu menyertaimu.


Salam Kerung
continue reading TENTANG SAYA